huaaahhh..
dan 7 senja di kota lama itu berurai
seraya menyapa engkau
kemarau kecil ku
diantara desahan rintik air yang kian merusuhku
terlalu banyak aku yang disebut
maaf jikalau suasana pagi itu membuatmu gundah..
-dyod-
dan 7 senja di kota lama itu berurai
seraya menyapa engkau
kemarau kecil ku
diantara desahan rintik air yang kian merusuhku
terlalu banyak aku yang disebut
maaf jikalau suasana pagi itu membuatmu gundah..
-dyod-
Maret 24, 2008 pada 3:18 am
kok ga ada awan cintanya??
kecew lah…
haha…
Maret 24, 2008 pada 9:50 am
Kak Oddy… ajari aku membuat puisi sebagus itu!!!
Huwaaa.. very nice indeed, bro.
Anyway, makasih komennnya yaaa…
April 2, 2008 pada 4:41 pm
hmm..tertarik dgn betapa produktifnya anda menulis dan membuat poems,really nice poem..eh,knapa ada senja-pagi?loading..salam,,