Saat itu

anggun, tenang, dan berharap

hari itu lebih setahun yang lalu

iya aku terjebak
terjebak kebodohan

jelas aku berharap
berharap esok senja
berharap esok malam
berharap esok menjadi pagi bersamamu

apa ini keberuntungan?
apa ini berkah?
atau hanya sebatas kebetulan?

kamu dari semua sapaan yg aku tau,
Menyentuh…

Advertisements

‘Dia

when this annoying feeling arise

when this black demon release it venom

when another person read this post

when they think I’m not worthed for u

.

.

just let them know why my soul attach to u

why all things we’ve done runs so close

why these unsorted feeling came intentionally

why I know u much more than we’ve knew each other

why u know me even more than we’ve ever meet

no need to explain them..

-liebe

yup its another… u know what..

narrow sight make ur smile even more

tempting..

filterize sound make ur voices even more

harmonize..

across some distance make ur smell even more

breathtaking…

a needless try just wont make u snap out those hollow glasses..

wont make u heard my shimmering light

wont make u finish this sentence

I’m falling for you,even those guitar wont understand any of  these night

caring……

jinx

trying to understand…
withstand this bold feeling inside,

who would u choose? I feel adrift
far from what these soul belong…

I just don’t want to fall deeper
even its the only path that can make us even..

————————————

koesoet

jam putih itu yang selalu mengingatkan aku 

eksistensi

jatidiri

kepalan tangan dingin

memohon pada laptop usang yang enggan mengerang..

hanya berbisik,

‘apa ini yang kamu mau?’

gerakan tangan sang nippon hanya berbekas gores kecil di ujung wajahmu..

gores hangat 

damai

sejuk

gores yang selalu membuatku menerawang…

perempuan,itukah gores jinggaku?

iri akan mu..

lagi apatis nih

aku butuh kamu,iya kamu

kenapa?

iya emang aku bodoh

bukan karena kamu

karena aku tidak punya segenap hati untuk membuat kamu iri

iri jika aku tidak ada di sisi kamu

iri jika aku tidak menghela nafasmu

iri jika aku tak punya cukup masa untuk kamu

iri jika aku…

tidak mengatakan ini dengan tulus

aku..                                   sayang…                                        kamu…

dyod-

hari hujan

aku panggil kamu 2 huruf..
kamu berkompromi dengan waktu
untuk membuat adrenaline ini bergejolak

resah,iya itu yang kurasakan
cemas,apa bedanya dengan resah?

menulis beberapa kata,tanpa kamu mengetahuinya
jelas tidak akan berpengaruh

cuma bungkus roti ini yang meleraiku dengan waktu
dan segelas pecahan kebingungan yang harus aku telan

woiy..
pertemukan aku dengannya
di toko bergerai ‘hati’
agar resah ini tak kubawa mati..

-dyod-